Jasa konsultan konstruksi mencakup layanan keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, dan manajemen penyelenggaraan konstruksi suatu bangunan.
U'dha Furniture
Lokasi Kantor Udha Furniture
Rabu, 22 Januari 2025
Penjelasan Lengkap Tentang Konsultan Konstruksi
Tahukah Anda bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan sosial dari suatu wilayah? Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang baik tentunya akan membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Namun, membangun sebuah infrastruktur tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Untuk itulah seorang konsultan konstruksi dibutuhkan agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi dengan optimal.
Seorang konsultan konstruksi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan infrastruktur. Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc, ia mengatakan bahwa tidak ada infrastruktur yang hebat tanpa seorang konsultan yang juga memiliki skill yang hebat.
Peran dan tugas seorang konsultan konstruksi dikatakan penting sebab dalam sebuah proyek pembangunan, dibutuhkan penyedia software dan brainware yang bertujuan untuk melancarkan semua pelaksanaan pembangunan mulai dari tahap awal perencanaan hingga masa pelaksanaan pembangunan berakhir. Proses awal perencanaan sebuah proyek oleh seorang konsultan konstruksi harus dirancang secara matang agar bisa menghasilkan sebuah infrastruktur atau bangunan yang berkualitas. Dengan begitu, kesuksesan sebuah proyek bisa terjamin kedepannya.
Apa itu Konsultan Konstruksi dan Tugasnya
Secara garis besar, konsultan konstruksi adalah seorang profesional yang menerjemahkan semua kebutuhan dan keinginan client dengan cara membuat desain perencanaan pembangunan proyek mulai dari konsep perhitungan, gambar, dan konsep penting lainnya. Selanjutnya, konsultan konstruksi akan melakukan pendampingan serta pengawasan kontraktor pada fase pelaksanaan pembangunan proyek.
Perlu diketahui bahwa proses konsultasi konstruksi tidak hanya dilakukan sekali. Umumnya proses ini dilakukan secara berulang-ulang sebab setiap client tentunya memiliki banyak kebutuhan dan keinginan yang ingin dicapai pada pembangunan tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan seorang konsultan konstruksi yang handal dan cerdik untuk membuat tahap awal ini menjadi lebih efisien.

Proses konsultasi konstruksi yang dilakukan dengan tepat tentunya akan membuat proses konstruksi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan aman. Tidak hanya memikirkan kualitas hasil bangunan, sebuah proyek konstruksi tentu juga harus mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja atau yang dikenal dengan K3 Konstruksi.
Terkait cara pelaksanaannya, secara singkat kegiatan konstruksi ini dimulai dari tahap perencanaan awal yang dilakukan oleh pihak konsultan konstruksi dan apabila telah disetujui oleh pihak client, maka tahap selanjutnya bisa diambil alih oleh pihak kontraktor konstruksi sebagai kepala proyek pembangunan yang tetap dalam pengawasan dari pihak pengawas konstruksi.
Kategori Jasa Konsultasi Konstruksi
Dalam proses pelaksanaannya, jasa konsultansi konstruksi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu konsultan perencana, kontraktor konstruksi dan konsultan pengawas. Ketiganya pun memiliki tugas yang berbeda. Berikut penjelasannya.
1. Konsultan Perencana
Seorang konsultan perencana bertugas merancang detail perencanaan bangunan mulai dari gambar rencana hingga detail spesifikasi bangunan. Konsultan perencana juga dituntut untuk merencanakan struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal, landscape, rencana anggaran biaya (RAB) hingga mengurus perizinan mendirikan bangunan (IMB).
2. Kontraktor Konstruksi

Kontraktor konstruksi berperan sebagai pelaksana proyek. Dengan kata lain tugas dari seorang kontraktor konstruksi adalah melaksanakan proyek sesuai perencanaan yang telah disusun oleh konsultan perencana. Kontraktor konstruksi harus mampu memahami konsep, gambar desain dan juga spesifikasinya. Tidak hanya itu, sang kontraktor nanti akan memimpin pelaksanaan pekerjaan proyek sesuai dengan persyaratan waktu, kualitas dan biaya yang sudah disetujui oleh pihak client dan jasa konstruksi. Terakhir, kontraktor konstruksi juga harus membuat laporan hasil pelaksanaan selama di lapangan.
3. Konsultan Pengawas
Lain halnya dengan konsultan pengawas yang memiliki tugas berbeda, yaitu antara lain mengurus administrasi umum terkait pelaksanaan kontrak kerja hingga mengawasi secara rutin setiap perjalanan pelaksanaan proyek. Seorang konsultan pengawas juga bertugas memberikan saran kepada pemilik proyek maupun kontraktor dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Wewenang yang dimiliki konsultan pengawas antara lain ia berhak menegur pihak pelaksana pekerjaan jika terjadi kekeliruan pada proses pengerjaan.
Klasifikasi Konsultan Konstruksi
Terdapat beberapa klasifikasi dari jasa konsultan konstruksi yang perlu Anda ketahui. Diantaranya seperti perencanaan arsitektur, perencanaan rekayasa, perencanaan penataan ruang, dan pengawasan rekayasa.
1. Perencanaan Arsitektur
Sub-klasifikasi pada perencanaan arsitektur dibagi menjadi beberapa hal yaitu:
- Nasihat dan pra desain arsitektural
- Desain arsitektural
- Penilai perawatan dan kelayakan bangunan Gedung
- Desain interior
- Jasa arsitektur
2. Perencanaan Rekayasa
Untuk subklasifikasi terkait perencanaan rekayasa dibagi menjadi beberapa poin, yaitu:
- Jasa nasehat dan konsultansi rekayasa Teknik
- Jasa desain rekayasa untuk konstruksi pondasi dan struktur bangunan
- Jasa desain rekayasa untuk pekerjaan Teknik sipil transportasi dan air
- Rekayasa untuk pekerjaan mekanikal-elektrikal bangunan
- Rekayasa untuk proses industrial dan produksi
3. Perencanaan Penataan Ruang
Ada beberapa sub-klasifikasi pada perencanaan penataan ruang, antara lain yaitu:
- Perencanaan dan perancangan sebuah perkotaan
- Jasa untuk perencanaan sebuah wilayah
- Perancangan lingkungan dan bangunan landscape
- Pengembangan sebuah pemanfaatan ruang
4. Pengawasan Rekayasa
Klasifikasi pengawasan rekayasa terbagi menjadi beberapa sub-klasifikasi, antara lain:
- Jasa pengawas untuk pekerjaan konstruksi bangunan
- Jasa pengawasan pada pekerjaan teknik sipil air dan transportasi
- Jasa pengawasan pekerjaan konstruksi dan instalasi
SBU Konsultan Konstruksi
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Konstruksi adalah salah satu syarat wajib bagi setiap badan usaha yang bekerja di bidang jasa konstruksi. SBU merupakan bukti legal bahwa badan usaha konstruksi tersebut telah memenuhi standar klasifikasi dan kualifikasi. Diantara manfaat-manfaat yang diperoleh dari kepemilikan SBU konsultasi konstruksi antara lain adalah bisa digunakan sebagai syarat keikutsertaan dalam acara tender atau lelang yang diadakan oleh pemerintah.
KBLI Jasa Konsultan Konstruksi
Secara singkat KLBI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah pengklasifikasian aktivitas ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk yang berbentuk barang maupun jasa. Kategori yang mencakup kegiatan ekonomi dibidang konstruksi adalah kegiatan konstruksi umum dan konstruksi khusus seperti pekerjaan bangunan gedung dan bangunan sipil.
Yang termasuk dalam kategori konstruksi umum antara lain berupa konstruksi bangunan hunian pribadi, bangunan pertokoan, bangunan perkantoran, dan bangunan lainnya. Sedangkan untuk kategori konstruksi bangunan sipil contohnya adalah jalan raya, jembatan, lapangan udara, dan jalan rel kereta api.
Pembangunan infrastruktur memang memerlukan tenaga profesional yang mampu untuk mewujudkan bangunan yang bisa bermanfaat bagi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Agar proses pembangunan infrastruktur tersebut bisa berjalan dengan lancar, diperlukan perusahaan jasa konsultansi konstruksi yang profesional dan memiliki kredibilitas yang tinggi.

Untuk mewujudkan keberhasilan sebuah proyek konstruksi, semua pihak mulai dari konsultan perencana, kontraktor konstruksi maupun konsultan pengawas perlu untuk menjalankan setiap tugasnya dengan baik, sehingga perencanaan yang sudah dirancang di awal bisa terwujud dengan baik.
Demikianlah tadi penjelasan lengkap terkait konsultan konstruksi beserta tugas dan klasifikasinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa pada ulasan lainnya. Sekian dan terima kasih.
JASA KONSULTAN KONSTRUKSI
Peran dan Tanggung Jawab Jasa Konsultan Konstruksi :
Peran Utama
1. Perencanaan proyek: analisis kebutuhan, anggaran dan waktu.
2. Desain dan perencanaan teknis: membuat rancangan bangunan atau infrastruktur.
3. Pengawasan konstruksi: memantau pelaksanaan proyek.
4. Manajemen proyek: mengkoordinasikan waktu, biaya dan sumber daya.
5. Konsultasi teknis: memberikan saran dan rekomendasi.
Peran Pendukung
1. Analisis risiko dan mitigasi.
2. Penilaian kelayakan proyek.
3. Pengembangan strategi konstruksi.
4. Pemilihan kontraktor.
5. Negosiasi kontrak.
6. Pengelolaan konflik.
7. Pemantauan kualitas.
8. Pengujian dan komisioning.
Spesialisasi
1. Konsultan arsitektur.
2. Konsultan struktur.
3. Konsultan mekanikal dan elektrikal.
4. Konsultan sipil.
5. Konsultan lingkungan.
6. Konsultan keamanan.
7. Konsultan manajemen proyek.
Manfaat
1. Meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.
2. Meningkatkan kualitas konstruksi.
3. Mengurangi risiko.
4. Meningkatkan kepuasan klien.
5. Memberikan solusi inovatif.
Kualifikasi dan Sertifikasi
1. Sertifikat Badan Usaha Jasa Konsultan (BUJK).
2. Izin Usaha Jasa Konsultan (IUJK).
3. Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
4. ISO 9001 (manajemen mutu).
5. ISO 14001 (manajemen lingkungan).
Sumber
1. Undang-Undang No. 2/1992 tentang Perjanjian Kontrak Konstruksi.
2. Peraturan Pemerintah No. 29/2000 tentang Jasa Konsultan.
3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Jasa Konsultansi Konstruksi, Kenali Klasifikasi dan Tugasnya
Dalam sebuah proyek, jasa konsultansi konstruksi memiliki peranan penting untuk melancarkan pembangunan. Seorang konsultan akan memberikan pengawalan mulai tahap perencanaan, perancangan sampai pelaksanaan sebuah proyek.
Apa Itu Konsultansi Konstruksi?
Secara umum, seorang KONSULTAN dalam pekerjaan pembangunan bertugas untuk menerjemahkan semua kebutuhan maupun keinginan klien. Mulai dari tahapan perencanaan pembangunan sebuah proyek akan dituangkan dalam konsep perhitungan.
Selanjutnya, seorang konsultan akan menggambarkan serta membuat konsep penting lainnya yang mendukung untuk sebuah bangunan. Sedangkan untuk jasa konsultansi non konstruksi adalah hal yang berbeda.
Jika perencanaan proyek sudah dalam tahap yang matang melalui proses konsultansi, maka karyanya menjadi akurat. Dalam hal ini, kesuksesan sebuah proyek bisa terjamin untuk pelaksanaan kedepannya.
Tugas Jasa Konsultansi Konstruksi

Jasa konsultansi konstruksi juga memiliki tugas lain, yaitu:
Mendampingi
Seorang konsultan akan mendampingi klien, maka harus mampu menampung dan memahami semua masukan dan kritikan dari klien. Proses konsultasi terjadi bisa secara berulang-ulang. Hal ini disebabkan oleh keinginan dan kebutuhan seorang klien yang sangat banyak.
Semua kebutuhan klien harus secepatnya diakomodasi kepada pihak yang terkait. Proses diskusi, desain dan revisi akan secara terus menerus terjadi diskusi. Seorang konsultan harus cerdik dalam menyikapi proses konsultasi agar tidak mengganggu jalannya pembangunan.
Pelaksanaan Kegiatan Konstruksi
Dalam peraturan tentang jasa konsultansi non konstruksi tentu akan mengarah kepada sebuah pekerjaan. Sehingga tidak hanya pada satu bidang pekerjaan saja. Akan banyak rangkaian beberapa pekerjaan, sehingga membutuhkan sub bidang untuk pelaksanaannya.
Untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi, tahap perencanaan dilakukan oleh team leader atau konsultan perencana. Sedangkan untuk pelaksanaan akan menjadi tugas dari pihak kontraktor.
Jasa konsultansi konstruksi akan bekerja di dalam kantor, sedangkan untuk pekerja lapangan akan diawasi mandor proyek. Seorang mandor terdiri dari ahli-ahli di bidang bangunan, tukang dan buruh bangunan proyek.
Pelaksanaan pembangunan proyek tersebut akan mendapatkan pengawasan dari konsultan pengawas secara langsung.
Penentuan Jadwal Jasa Konsultansi Konstruksi
Selain menentukan perencanaan, seorang konsultan juga harus mengatur jadwal pelaksanaan dari sebuah proyek pembangunan. Besaran persediaan modal untuk pelaksanaan proyek juga menjadi tugas dari seorang konsultan.
Dari penentuan jadwal pembangunan yang akurat, akan menjamin kesuksesan pengajuan tender. Selain itu juga akan mempengaruhi ketersediaan material serta keamanan lingkungan dan logistik.
Tarif jasa konsultan bergantung kepada besarnya nilai proyek yang akan dibangun. Menurut Undang-Undang yang mengatur perusahaan konstruksi, jasa konstruksi akan melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi. Selain itu, juga akan melakukan layanan perencanaan dan jasa melaksanakan pekerjaan konstruksi.
Pekerjaan konstruksi merupakan bagian dari rangkaian perencanaan dan pelaksanaan. Sehingga harus juga mencakup pada pekerjaan, seperti:
- Pekerjaan tata lingkungan
- Elektrikal
- Mekanikal
- Teknik Sipil
- Teknik Arsitektur
Jenis Jasa Konsultansi Konstruksi
Ada 3 kategori cakupan jenis usaha dalam bentuk jasa konstruksi, antara lain:
Konsultan Perencana
Seorang konsultan perencana memiliki tugas melakukan perencanaan semua rangkaian kegiatan konstruksi. Mulai dari tahapan pengembangan sampai penyusunan dokumen yang berkaitan dengan kontrak kerja konstruksi.
Kontraktor Konstruksi
Penyedia jasa konsultansi konstruksi memiliki tugas untuk memberikan semua pelayanan terkait dengan jasa. Dalam hal ini, tugas seorang konsultan adalah memberikan pengawasan terhadap semua pekerjaan konstruksi. Pekerjaan konstruksi meliputi mempersiapkan pekerjaan lapangan sampai hasil akhir.
Konsultan Pengawas
Usaha jasa konsultansi konstruksi pengawas akan memberikan semua layanan untuk bidang pengawasan. Baik untuk semua pekerjaan proyek maupun pengawasan secara menyeluruh.
Perbedaannya Dengan Kontraktor
Masih banyak orang yang belum bisa membedakan jasa konsultansi konstruksi dengan kontraktor. Sebab, keduanya sama-sama dibutuhkan dalam sebuah proyek pembangunan.
Kontraktor merupakan pihak yang ditunjuk oleh owner untuk melaksanakan proyek. Pihak kontraktor yang akan melaksanakan proyek berdasarkan pelaksanaan yang sudah disiapkan oleh jasa konstruksi.
Sehingga kontraktor akan melaksanakan semua perencanaan sesuai dengan gambar dari seorang konsultan. Tugas dari kontraktor antara lain:
- Harus memiliki kemampuan untuk memahami gambar desain.
- Memiliki pemahaman dari konsep sekaligus spesifikasi yang akan menjadi acuan dalam proyek.
- Untuk pelaksanaan proyek berdasarkan penjadwalan dari pihak konsultan.
- Namun, seorang kontraktor juga harus membuat evaluasi dan membuat laporan dari hasil pelaksanaan pekerjaan.
Sebuah proyek konstruksi memiliki alur kerja. Pemilik proyek akan memilih jasa konstruksi untuk perencanaan dalam pembangunan sebuah proyek. Selanjutnya pemilik proyek akan menunjuk konsultan pengawas.
Tugas seorang konsultan pengawas dalam hal ini adalah mengawasi pelaksanaan dari sebuah proyek. Sehingga bisa memenuhi apa yang ada pada gambar rencana. Jika dalam prosesnya terjadi ketidaksesuaian, maka pihak pengawas akan memberikan surat kepada konsultan perencana.
Surat tersebut berisi teguran atas ketidaksesuaian pelaksanaan dari perencanaan yang sebelumnya. Dari penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan perbedaannya kontraktor dengan jasa konsultansi konstruksi.
Klasifikasi Jasa Konsultansi Konstruksi
Untuk SBU konsultan konstruksi terbagi menjadi beberapa klasifikasi jasa, antara lain:
Perencanaan Arsitektur
Klasifikasi pada perencanaan arsitektur meliputi beberapa jasa berikut ini:
- Nasihat dan Pra Desain Arsitektural
- Desain Arsitektural
- Penilai perawatan dan kelayakan bangunan gedung
- Desain Interior
- Jasa Arsitektur
Perencanaan Rekayasa
Sedangkan untuk subklasifikasi pada perencanaan rekayasa meliputi beberapa hal berikut ini:
- Jasa nasihat dan konsultansi rekayasa teknik.
- Ada juga desain rekayasa untuk konstruksi pondasi serta struktur bangunan.
- Termasuk menyediakan jasa desain rekayasa untuk pekerjaan teknik sipil air.
- Untuk selanjutnya, ada jasa rekayasa khusus untuk pekerjaan teknik sipil transportasi.
- Jasa desain untuk pekerjaan mekanikal serta elektrikal.
- Rekayasa untuk proses industri dan produksi.
Perencanaan Penataan Ruang
Gaji konsultan konstruksi bergantung kepada proyek yang sedang dalam proses pengerjaan. Anda juga harus mengetahui subklasifikasi untuk perencanaan penataan ruang yang terdiri dari:
- Perencanaan dan perancangan perkotaan
- Jasa untuk perencanaan sebuah wilayah
- Untuk merancang lingkungan dan bangunan lanskap
- Pengembangan sebuah pemanfaatan ruang.
Pengawasan Arsitektur
Untuk klasifikasi pengawasan arsitektur, hanya ada satu sub klasifikasi, yaitu jasa pengawasan untuk administrasi kontak.
Pengawasan Rekayasa
Klasifikasi jasa konsultansi konstruksi terakhir adalah subklasifikasi rekayasa ada 2, yaitu:
- Jasa pengawas untuk pekerjaan konstruksi bangunan gedung.
- Bidang pengawasan untuk pekerjaan konstruksi teknik sipil transportasi.
- Ada juga jasa pengawasan khusus untuk pekerjaan konstruksi teknik sipil air.
- Klasifikasi terakhir yaitu, pengawasan pekerjaan konstruksi serta instalasi. Hal ini untuk proses dan fasilitas yang ada pada bidang industri.
Agar proses pembangunan sebuah proyek berjalan dengan lancar, Anda harus memilih perusahaan konsultansi yang profesional. Lihatlah tenaga ahli dalam tim yang akan menjalankan proyek pembangunan Anda.
Nilai terlebih dahulu, apakah perusahaan tersebut memiliki manajemen serta tim yang mumpuni. Berapa banyak pengalaman yang telah dimiliki juga menjadi penilaian selanjutnya. Anda bisa melihat klien-klien sebelumnya dan bagaimana pelayanannya.
Apakah perusahaan yang Anda pilih untuk bertanggung jawab mulai proses perencanaan sampai dengan pembangunan? Hal ini tidak kalah penting untuk Anda pertimbangkan.
Untuk memilih jasa konsultansi konstruksi juga harus mampu memberikan pandangan terbaiknya sebagai ahli. Sebab, keberhasilan sebuah proyek pembangunan jadi taruhannya.
Minggu, 19 Januari 2025
Jasa Konsultasi Konstruksi
Usaha yang melakukan kegiatan pada keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan dan manajemen penyelenggaraan konstruksi suatu bangunan disebut Jasa Konsultasi Konstruksi
Kegiatan Jasa Konsultasi Konstruksi ada yang bersifat Umum & Spesialis :
a. Pekerjaan Bersifat Umum
1. Arsitektur
2. Rekayasa
3. Rekayasa Terpadu
4. Arsitektur Lanskap
5. Perencanaan Wilayah
b. Pekerjaan Bersifat Spesialis :
1. Konsultan Ilmiah & Teknis
2. Pengujian & Analisis Teknis
FILOSOFI DESAIN ARSITEK RUMAH
Filosofi sebuah desain arsitektur rumah adalah sebuah konsep atau prinsip dasar yang mendasari seluruh proses perancangan, mulai dari ide...

-
A. Partikel = PALING RENDAH Partikel adalah papan yang terbuat dari serbuk kayu yang dilem dan dipadatkan. KEUNTUNGAN = MURAH KERUGIAN...
-
Rumah tipe minimalis sekarang ini memang sangat diminati oleh masyarakat yang serba praktis termasuk dengan FURNITURE nya. Tetapi dal...